Shoebox Project in Jakarta Globe :)
27 Oct 2010 Leave a Comment
This is not a fund-raising. This is an awareness-raising. Click on the image for details!
Guest Speaker Invitation from Rotaract Semanggi – Indonesia
29 Sep 2010 3 Comments
Suatu hari suatu ketika ada BBM dari teman saya.. Dia minta saya untuk sharing tentang SHOEBOX Project dengan teman2nya. Pastinya saya mengiyakan! Seneng banget rasanya kalo bisa lebih menyebarluaskan kegiatan kita, apalagi kalo ternyata akhirnya kita bisa membuat mereka terinspirasi dan sadar bahwa menolong sesama itu adalah sebuah hal yang menyenangkan. Teman saya bilang, mereka rutin ngumpul setiap minggu, jadi nanti kalo jadwalnya pas, saya disuruh dateng aja.
TERNYATA yang dimaksud dengan “sharing” itu adalah menjadi Guest Speaker.
TERNYATA yang dimaksud dengan “teman-teman” adalah mereka yang tergabung dalam Rotaract, sebuah organisasi kepemudaan yang disponsori oleh Rotary Club *please do google them for details! ![]()
TERNYATA yang dimaksud dengan “rutin ngumpul” itu adalah pertemuan rutin Rotaract setiap hari Selasa di Shangrila Hotel, lantai 3.
Yes!
Ternyata ini adalah sebuah acara serius. Bukan sekedar acara ngobrol2 biasa. Dan saya baru menyadari keseriusan acara ini hari Minggu (26/09/2010) ketika Putri (Director Professional Development Rotaract Semanggi) kirim undangan resmi untuk jadi Guest Speaker. Di email itu dia juga minta CV, nanya butuh laptop/infocus ato ga, sampe nanya ttg hal2 yg mau dtulis di publication. WOW! Jujur, saya yang saat itu lagi dalam perjalanan Bandung – Jakarta jadi senyum2 sendiri. Call me “norak” but I felt honoured to receive that email! It was my first invitation as guest speaker!
Anyway,
Acaranya sendiri diadakan hari Selasa (28/09/2010).
Saya datang bersama 3 orang teman dari SHOEBOX Project. Sepanjang jalan mereka terus meyakinkan saya bahwa saya pasti bisa presentasi dengan lancar. I wasn’t able to differentiate excited, nervous, happy, worry and anxious! Sampe ga bisa makan tuh sblm maju ke depan! Sayang yah? Soalnya makanan2nya kayaknya enak2.. hehehe..
And the show began.
Karena rata2 anggota Rotaract seumuran sama saya, mereka sempet bingung nyariin Guest Speakernya. Disitu saya semakin ga PD. Saya takut mengecewakan teman yang udah merekomendasikan saya sebagai Guest Speaker. Tapi ternyata semua berjalan lancar. Acara dimulai jam 20.10 dan yang seharusnya selesai jam 21.00 mundur ke jam 21.20 karena masih ada yang mau bertanya dan memberikan tanggapan. Saya menyiapkan 7 slide untuk acara ini. Dan selama saya berdiri di depan untuk berbagi pengalaman, saya melihat teman2 ga ada yang keluar masuk, ga ada yang “sibuk sendiri”, ga ada yang ngobrol. Saya seneng banget mereka semua serius (tapi santai) mengikuti presentasi saya. Ulasannya bisa dilihat di sini.
Tapi terlepas dari semua itu, saat yang paling membahagiakan buat saya malam itu adalah ketika mayoritas dari teman2 Rotaract datang menghampiri saya dan berkata bahwa mereka telah terinspirasi oleh SHOEBOX Project.
IT’S PRICELESS!!
Semoga ke depannya akan ada lagi kesempatan untuk bisa berbagi pengalaman agar lebih banyak lagi orang yang terinspirasi untuk selalu berbagi dengan mereka yang membutuhkan.
Tema Rotaract bulan September adalah New Generation.
So, here’s how I put it:
Let us be the New Generation that cares for others!
On air-ing from 101,4 TRAX FM Jakarta.. it was GREAT! :)
02 Sep 2010 Leave a Comment
Sebelum saya mulai menulis ini, saya harus menghabiskan waktu beberapa menit untuk mencari kembali sms undangan untuk di-interview oleh 101,4 Trax FM Jakarta.. Isi sms-nya begini:
“kalo mau interview, jumat besok jam 7-8 malem di trax fm bisa gakk ?? heheheheh”
Sms ini dikirim oleh Buke, salah 1 produser di radio itu.
Kaget. Excited. Bingung. Speechless.
SHOEBOX Project baru berjalan 2x pas Buke minta saya dan teman2 untuk datang dan di-interview.
Kaget krn tnyata ada yang peduli dengan kgiatan ini.
Excited krn ini berarti saya dpt ksempatan untuk mengajak lebih banyak lagi orang untuk ikut bergabung dalam berbuat kebaikan.
Bingung krn tnyata format acara itu adalah acara komunitas, smentara SHOEBOX Project sndiri msh berupa kegiatan dan blm pantas rasanya kalo dikategorikan sbg sbuah komunitas.
Speechless krn yaaa.. karena ga nyangka aja akan dpt media exposure dlm jangka waktu yg relatif cepat
Akhirnya 4 org dr SHOEBOX Project, tmasuk saya, dtg k studio tgl 7 Mei 2010.. Mnurut saya, siaran mlm itu berlangsung cukup lancar. Kami menerima bbrp pertanyaan, salah satunya adalah apakah ke depannya, SHOEBOX Project akan bkerjasama dgn LSM/Organisasi/Badan Pemerintah dalam menjalankan kegiatannya.
Pertanyaan ini cukup menarik.
Dan jawabannya adalah, sampai detik ini (ya, detik ktika kami menjawab di radio dan detik ketika saya menulis blog ini), kami sama skali belum (dan mdh2an tidak) ada rencana untuk bekerjasama dengan lembaga apapun. Kami ingin program ini berjalan secara netral dan independen, tanpa ada intervensi dan campur tangan dari pihak2 tertentu.
Niat kami murni untuk berbagi.
Dan tujuan kami adalah mengingatkan sebanyak-banyaknya orang bahwa di dalam pendapatan kita, masih ada hak orang lain.
Jika dalam perjalanannya kami bisa mengumpulkan lebih banyak donasi, kami berharap itu adalah hasil akumulasi jumlah orang yg terus bertambah dan bertambah lagi.
Saya pribadi, ada 1 hal yang akan selalu saya ingat dari interview malam itu.
Telvon dari mba Ayu (Yayasan Sayap Ibu) yg mengingatkan saya bahwa inilah alasan saya dan teman2 bersemangat untuk menjalankan SHOEBOX Project.
Beliau bilang “Terima kasih banyak untuk teman2 dari SHOEBOX Project atas sumbangannya, tetapi buat kami, kesediaan meluangkan waktu untuk sekedar bermain bersama anak2 jauh lebih berarti. Kami senang karena saat itu kami merasa teman2 benar2 peduli.”
Saya tidak menyangka, 1 jam waktu yg kami luangkan ternyata begitu membekas untuk mereka.
Selesai siaran, Mba Ayu sms saya, yang sebagian isinya adalah sebagai berikut:
“tentunya doa anak2 untuk shoebox yg telah banyak membantu dan peduli sesama, amin
“
Ya, saya berharap doa anak2 untuk kesehatan kita semua, lahir dan batin, agar kita masih tetap diberi kesempatan untuk saling berbagi dan menjadi manfaat untuk orang2 di sekitar kita.
Nama anak kecil itu Arjuna..
19 Aug 2010 Leave a Comment
Alhamdulillah, puji syukur kepada Tuhan, pagi ini (20 Agustus 2010) dapat kabar bahwa biaya perawatan & pengobatan untuk Arjuna sudah ditanggung sepenuhnya oleh JamKesMas
Oleh karena itu, untuk SHOEBOX Project yg k’4, kita akan tetap pergi ke Rumah Singgah Kurnia di Jakarta Utara..
—————————————-
Pagi ini (19 Agustus 2010) saya membaca berita ttg Arjuna. Seorang anak berusia 1 tahun yg menderita Facial Cleft Anenchephali.. Beritanya bisa dilihat di link berikut ini.
Rasanya pengen banget bisa membantu anak tersebut. Saya pribadi bener2 ga bisa ngebayangin gimana rasanya kalo saya yang ada di posisi dia. Dengan wajah yg sempurna bentuk & fungsinya aja, kadang2 saya masih suka mengeluh. Kurang tirus. Terlalu pesek. Matanya sipit. Dan lain sebagainya. Lalu pagi ini saya baca berita tentang Arjuna. Seorang balita yg bahkan ketika lahir, sang bidan sampai takut untuk mengangkat dan menimbang tubuhnya.
Bayangin aja kalo wajah kita yang seperti itu.
Atau bayangkan jika keturunan kita seperti itu.
Melalui Arjuna, saya diingatkan untuk lebih banyak bersyukur.
Jadi saya ingin berterima kasih kepada Arjuna, karena telah mengingatkan saya atas kesempurnaan raga yang saya punya.
Terima kasih laki-laki kecil yg tidak berdaya..
Semoga saya dan teman2 di project ini bisa membantu meringankan bebanmu.
Dan untuk teman2ku,
Sudahkan kalian bersyukur hari ini?
Atas wajah yg sempurna bentuk dan fungsinya?
Dan sudahkah kalian berterimakasih kepada orang2 seperti Arjuna?
Yg senantiasa mengingatkan akan kesempurnaan wajah kita?
Jika Tuhan mengizinkan, kunjungan SHOEBOX Project yang ke 4 akan dialihkan untuk menolong Arjuna.. Oleh karena itu, siapapun yg bs membantu mdapatkan contact person Arjuna, bisa langsung email shoeboxprojects@gmail.com atau twit ke @shoeboxproject..
Mari berbagi dan buang jauh2 rasa tidak peduli!
Main kesini lagi ya Kak..
13 Aug 2010 Leave a Comment
Ini adalah sebuah kenang2an dari SHOEBOX Project yg pertama. Sebuah cerita yg mgkn tkesan biasa saja, tp buat kami sangat berkesan.
SHOEBOX Project 1 diadakan d Panti Asuhan Seia Sekata. Dgn jmlh sumbangan seadanya, dan bs dianggap sbg sbuah uji coba, kami pun bertandang ke tmpt tsebut pd tgl 20 Februari 2010. Kondisi bangunan yg tdk bs dbilang layak mnyambut kdatangan kami. Tp buruknya bangunan tertutupi oleh senyuman dan sambutan penuh keceriaan dari anak2 di panti.
Kami mbawa sjumlah sembako. Tidak banyak. Mungkin hanya cukup untuk mnyambung hidup mreka slama sminggu. Kami jg mbawa buku2 baru. Dari buku mwarnai untuk balita, hingga buku ktrampilan mendaur ulang barang bekas untuk djadikan berbagai hiasan.
Lupakan sumbangan sembako! Hanya pengurus panti asuhan yg mengerti btapa berharganya sumbangan itu. Kesampingkan juga sumbangan buku! Toh hanya yang bs membaca yg dapat mnikmatinya. Yg kami ingat dari kunjungan pertama ini adalah betapa anak2 tersebut haus kasih sayang dan perhatian.
Salah 1 anak yg paling menarik perhatian bernama Rafi. Selama kegiatan, dia tidak pernah berhenti minta dbacakan buku. 1 buku selesai, dia sudah siap dgn buku berikutnya. Tapi bukan itu yg menarik. Rafi selalu duduk di sebelah salah 1 dari kami. Hanya bersandar sambil tertawa jika kisah di buku itu dianggap lucu. Rafi sangat ceria. Dan dialah yg berlari kecil mengiringi mobil kami ketika akan pulang seraya berseru : “Main kesini lagi ya Kaaakk!!”
Intinya, mereka memang butuh sumbangan materiil dari kita..
Tapi yang lebih mereka butuhkan adalah perhatian kita..
Waktu yang kita sisihkan.. Keberadaan kita di samping mereka..
Itu semua membuat mereka merasa sangat senang..
Karena dengan begitu, mereka merasa dihargai.. mereka merasa HIDUP..
Siang itu saya sempat menitikkan airmata. Anak2 kecil yg tinggal di panti asuhan saja masih bs tertawa. Mereka masih bisa menikmati hidup. Sementara kita yang jauh lebih beruntung kadang2 lupa untuk bersyukur.
The beginning of the idea..
30 Jun 2010 Leave a Comment
What is SHOEBOX Project?
Pertanyaan itu sering banget saya terima ketika pertama kali mengajak teman2 untuk ikutan project ini.. Kebanyakan dari mereka berpikir saya lagi buka bisnis sepatu.. Atau mngajak mreka untuk menyumbangkan sepatu.. Atau apapun itulah, pokoknya berhubungan sama sepatu.. hehehe.. Dan akhirnya semuanya kaget pas tau bahwa SHOEBOX Project adalah sebuah kegiatan sosial
Ide ini terinspirasi dari kegiatan sosial di sekolah ade saya.. Dia baru kelas 5 SD.. Suatu hari dia disuruh sama gurunya untuk beli shampo, sabun, pasta gigi, handuk kecil & sikat gigi dan itu semua harus dimasukin ke dalam 1 kotak sepatu, yang kemudian dibungkus rapi dengan kertas kado. Semua barang2 itu harganya ga boleh lebih dari 50rb. Dan dsitulah ide tentang project ini dimulai.
Awalnya saya berpikir untuk meniru project itu. 1 orang, 1 kotak sepatu, 50rb. That’s it. Seharusnya itu bukan hal yang berat untuk teman2 yang sudah bekerja. 2,5% dari pendapatan kita hampir dapat dipastikan melebihi angka 50rb. Atas dasar asumsi itu, saya berpikir untuk mengadakan project ini setiap bulan. Daftar kunjungan sudah dibuat, beserta kebutuhan yang sekiranya diperlukan. Panti jompo, panti asuhan, rumah singgah, dll menjadi target dari project ini. Setelah berdiskusi dengan bbrp teman, akhirnya SHOEBOX Project mantap untuk dijalankan tahun 2010.
Tapi ternyata ga gampang untuk merealisasikan rencana diatas. Keinginan untuk mengadakan setiap bulan terbentur dengan padatnya aktivitas. Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya diputuskan untuk mengadakannya 2 bulan sekali. Selain itu, prinsip 1 orang, 1 kotak sepatu juga agak sulit untuk diterapkan. Kebanyakan dari teman2 masih memerlukan kotak sepatu tersebut dan bbrp teman yang jarang bertemu dengan saya juga lebih memilih untuk mentransfer uang sumbangannya. Dan, ya, akhirnya mekanisme pengumpulan dana pun melenceng dari rencana di awal.
Namun walaupun mekanismenya menjadi berbeda, nama SHOEBOX Project tetap digunakan. Kenapa? Mungkin saya bisa mencoba menganalogikannya sebagai berikut :
Kotak sepatu berfungsi untuk melindungi sepatu.
Sepatu tersebutlah yang akan melengkapi penampilan kita sehingga kita terlihat semakin bagus.
Sepatu tersebutlah yang akan diperhatikan oleh orang lain, sehingga harus selalu dijaga supaya terlihat bagus.
Bagaimana dengan si kotak sepatu?
Adakah yang pernah memperhatikan kondisinya?
Saya yakin jawabannya adalah tidak.
Padahal tanpa kita sadari, kotak sepatu itu sangat membantu kita dalam berpenampilan, tentunya melalui sepatu yang terawat.
Jika kita ikut merawat kotak sepatunya, dengan sendirinya sepatu2 kita pun akan terjaga.
Sama seperti di kehidupan.
Orang2 yang menjadi sasaran dalam kegiatan ini, saya analogikan sebagai kotak sepatu.
Mereka mungkin dipandang sebelah mata, atau bahkan dianggap sebagai pengganggu di kehidupan.
Keberadaan mereka dianggap tidak penting.
Kemudian siapa yang menjadi sepatu?
Jawabannya adalah jiwa kita semua, orang2 yang lebih beruntung dalam menjalani kehidupan di dunia ini.
Untuk menjaga kebersihan jiwa, kita harus ingat untuk berbagi dengan mereka yang membutuhkan.
Untuk merawat keindahan jiwa, kita harus ingat untuk menyisihkan sebagian pendapatan kita.
Oleh karena itu,
Jangan pernah berpikir bahwa “kotak sepatu” yang membutuhkan “‘sepatu”
Justru sebaliknya, “sepatu”-lah yang membutuhkan “kotak sepatu”,,
Untuk membuatnya tetap bersih.. untuk membuatnya tetap indah

What do you have in mind?